Share this

Sarjana IT Tapi Nganggur? Jangan Salahin AI, Salahin Skill-mu!
Tahun 2026 ini rasanya makin “ngeri-ngeri sedap” buat anak IT. Masih ingat kehebohan saat Devin (AI Software Engineer) pertama kali rilis? Linimasa media sosial langsung banjir air mata mahasiswa Informatika yang takut skripsinya sia-sia. “Percuma kuliah mahal-mahal, ujung-ujungnya kodingan dikerjain robot dalam hitungan detik,” begitu kira-kira curhatan netizen yang viral.
Keresahan ini valid banget. Lapangan kerja untuk entry-level programmer yang kerjanya cuma “tulis ulang kode” memang makin sempit. Tapi, apakah ini akhir dari profesi IT? Tentu tidak. Justru ini adalah filter alam. Mereka yang cuma bisa copas dari Stack Overflow bakal tersingkir, tapi mereka yang punya pengembangan diri adaptif bakal jadi raja.
Pertanyaannya, senjata apa yang harus disiapkan anak IT biar nggak cuma jadi penonton di era teknologi masa depan ini? Yuk, kita bedah!
Evolusi: Dari Tukang Ketik Kode Jadi “Pawang” AI
Pergeseran tren di tahun 2026 sangat terasa. Perusahaan tidak lagi cari orang yang hafal sintaks kode di luar kepala (karena itu tugas Copilot), tapi cari orang yang bisa mengorkestrasi sistem.
Dampak Bagi Profesional IT & Mahasiswa
Kalau dulu portofolio isinya cuma “Bikin Web Toko Online Sederhana”, sekarang itu nggak dilirik HRD. Dampak masifnya:
- Standar Masuk Tinggi: Junior dev dituntut punya pemahaman arsitektur sistem, bukan cuma coding.
- Spesialisasi Baru: Muncul role seperti AI Engineer dan Prompt Architect yang gajinya jauh di atas rata-rata.
Analisis: 3 Skill “Mahal” Tahun 2026
Berdasarkan tren industri, berikut adalah hard skill yang wajib masuk radar belajarmu:
- AI Engineering & LLM Ops Jangan cuma bisa pakai ChatGPT. Kamu harus paham cara kerjanya, cara fine-tuning model, dan mengintegrasikan API AI ke dalam aplikasi bisnis. Perusahaan butuh orang yang bisa bikin AI mereka sendiri, bukan sekadar pengguna.
- Cybersecurity (Next Level) Semakin canggih teknologi, semakin canggih malingnya. Dengan maraknya Deepfake dan serangan siber berbasis AI, ahli keamanan data adalah profesi paling dicari. Kemampuan Ethical Hacking dan pengamanan Cloud bakal jadi primadona.
- Cloud Computing & Edge Computing Semua sistem lari ke awan (Cloud). Paham AWS, Google Cloud, atau Azure itu harga mati. Ditambah lagi tren IoT (Internet of Things), kemampuan memproses data di “pinggir” jaringan (Edge) bakal sangat dihargai.
Penutup: Adaptasi atau Mati?
Pelajaran pentingnya: Robot bisa menulis kode, tapi robot belum bisa memahami empati pengguna dan memecahkan masalah bisnis yang kompleks secara mandiri. Itulah celah manusianya.
Selain skill teknis, asah juga Soft Skill seperti komunikasi dan pemecahan masalah. Jangan musuhi AI, tapi jadikan dia asisten pribadimu. Ingat, di dunia kerja remote yang makin global, sainganmu bukan cuma teman sekelas, tapi talenta dari seluruh dunia.
Jadi, mulai hari ini, stop galauin AI. Mulai buka laptop, pelajari hal baru, dan upgrade “OS” di kepalamu!
