Share this

Tahun 2026 ini, demam AI makin menjadi-jadi. Kalau dulu semua orang ingin punya toko online, sekarang semua orang ingin punya aplikasi AI sendiri. Sering banget terdengar gosip di tongkrongan startup atau forum freelancer, ada klien yang datang dengan percaya diri bilang, “Mas, tolong bikinin aplikasi kayak ChatGPT tapi khusus buat data perusahaan saya, budget 5 juta ya!”
Waduh, kalau sudah begini, developer cuma bisa senyum kecut. Ada kesalahpahaman besar di masyarakat umum. Mentang-mentang langganan ChatGPT cuma Rp300 ribuan sebulan, orang mengira biaya teknologi masa depan untuk membuatnya juga murah. Padahal, berlangganan dan membangun itu dua hal yang beda kasta!
Mari kita bedah berapa sih sebenarnya harga wajar untuk jasa pembuatan aplikasi AI saat ini?
Level 1: “Wrapper” (Si Paket Hemat)
Kalau yang kamu mau cuma aplikasi chat sederhana yang “otaknya” nyambung ke OpenAI atau Claude, ini masih masuk akal. Istilah teknisnya adalah Wrapper. Developer hanya membuat tampilan (UI) dan menyambungkan kabel (API) ke penyedia AI.
- Estimasi Harga: Rp 15 Juta – Rp 50 Juta.
- Cocok untuk: Ide bisnis startup tahap awal (MVP) atau fitur tanya jawab customer service sederhana. Biayanya relatif terjangkau karena tidak melatih otak baru, cuma “sewa otak” orang lain.
Level 2: RAG & Fine-Tuning (Si Pintar Spesifik)
Nah, ini yang paling banyak dicari perusahaan saat ini. Kamu ingin AI-nya paham dokumen PDF kantormu, SOP perusahaan, atau data penjualan tahun lalu. Di sini butuh teknik bernama RAG (Retrieval-Augmented Generation) atau Fine-Tuning.
Ini bukan sekadar sambung kabel. Developer harus menyiapkan Vector Database (gudang memori khusus AI) dan membersihkan data kamu yang berantakan. Ini adalah langkah transformasi digital yang serius.
- Estimasi Harga: Rp 50 Juta – Rp 200 Juta++ (Tergantung kerumitan data).
- Masalahnya: Bukan cuma biaya bikin, tapi biaya “token” (pemakaian kata) per bulan yang harus ditanggung perusahaan bisa jutaan rupiah.
Level 3: Custom Model (Si Sultan)
Kalau kamu mau bikin AI yang benar-benar baru, tanpa tergantung sama Google atau OpenAI, siap-siap jual aset. Ini butuh ribuan GPU dan listrik setara satu kecamatan. Biasanya cuma perusahaan Unicorn atau BUMN yang main di level ini karena harus mengatur budget perusahaan yang triliunan. Jadi, lupakan level ini kalau modalmu masih pas-pasan.
Hati-Hati Biaya Siluman!
Banyak yang lupa, bikin aplikasi AI itu kayak pelihara gajah. Belinya mahal, makannya juga banyak. Ada biaya maintenance server, biaya langganan API yang fluktuatif, dan biaya update sistem keamanan.
Jadi, jangan mudah tergiur sama penawaran jasa bikin AI harga gorengan di media sosial. Kemungkinan besar itu cuma script mentah yang bakal error dalam seminggu.
Kesimpulan
Punya aplikasi AI sendiri memang keren dan bisa menaikkan valuasi bisnis. Tapi, pastikan kamu punya tips memilih vendor yang transparan soal biaya operasional bulanannya. Jangan sampai aplikasi sudah jadi, tapi nggak bisa dipakai karena nggak kuat bayar tagihan servernya. Mulailah dari yang kecil, validasi pasar, baru bakar duit kemudian.
